CONTOH MAKALAH MATERI QUR'AN HADITS KELAS XII

 

MAKALAH

 

PAI Qur’an Hadist Kelas XII Madrasah Aliyah

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah PAI Qur’an Hadist

Dosen pengampu: Darnoto, M.Pd.I.

Kelas: 1PAI A1



No Nama NIM

1. Muhammad Yusril 201310004426

2. Maulidha Wardani 201310002222



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA

2021/2022


KATA PENGANTAR


Assalamualaikum wrwb..

Puji syukur kita panjatkan kepada allah swt. Tuhan semesta alam, rahmat dan keselamatan semoga senantiasa dilimpahkan allah kepada nabi muhammad saw.Tujuan kami menyusun makalah ini adalah tiada lain untuk memperkaya ilmu pengetahuan kita semua, dan untuk memenuhi tugas PAI Qur’an Hadist.

Akhir kata kami mengharapkan adanya kritik dan saran atas kekurangan kami dalam menyusun makalah ini, dan semoga makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua.


Wassalamualaikumwrwb..




Jepara, 9 Januari 2021



Pemakalah




DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah

B. Rumusan masalah

C. Tujuan

BAB II

PEMBAHASAN

A. Melestarikan Hidup Sederhana Dan Meyantuni Duàfa

B. Ujian Dan Cobaan

C. Menjaga Kelestarian Alam / Lingkungan Hidup

D. Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

E. Membangun Budaya Kritis Melalui Dakwah

F. Menggembirakan Gerakan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar

G. Semua Bisa di Selesai Dengan Musyawarah

H. Hidup Tentram Karena Jujur dan Adil

I. Analisis

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA


 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah

Al qur’an adalah kitab yang mulia. Sebagai rahmat untuk alam semesta 

dan sebagai petunjuk untuk seluruh umat manusia. Dalam alqur'an telah 

terhimpun dasar-dasar kebaikan dan petunjuk untuk membangun kehidupan dan 

meletakkan landasan ketentuan dimuka bumi.

Oleh karena itu membaca alqur'an adalah suatu amalan yang mulia dan 

mengamalkan isinya merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Bacalah alqur'an dan pahamilah kandungannya karena ia adalah petunjuk dalam kehidupan untuk menuju sumber keamanan. Sebagai seorangmuslim kita harus bisa membaca al -qur'an dengan benar dan baik.

B. Rumusan masalah

1. Bagaimana Cara membudayakan hidup sederhana dan menyantuni du’afa?

2. Bagaimana cara menghadapi ujian dan cobaan?

3. Bagaimana cara menjaga kelestarian alam / lingkungan hidup?

4. Bagaimana cara islam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi?

5. Bagaimana cara membangun budaya kritis melalui dakwah?

6. Bagaimana cara menggembirakan gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar?

7. Apa saja perilaku yang menggambarka nmusyawarah

8. Apa saja perilaku jujur dan adil?


C. Tujuan

1. Untuk mengetahui cara membudayakan hidup sederhana dan menyantuni du’afa.

2. Untuk mengetahui cara menghadapi ujian dan cobaan.

3. Untuk mengetahui menjaga kelestarian alam / lingkungan hidup.

4. Untuk mengetahui.cara islam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

5. Untuk mengetahui cara membangun budaya kritis melalui dakwah.

6. Untuk mengetahui cara menggembirakan Gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

7. Untuk mengetahui apa saja hal yang menggambarkan musyawarah.

8. Untuk mengetahui Apa saja perilaku jujur dan adil.









BAB II

PEMBAHASAN


A. Melestarikan Hidup Sederhana Dan Meyantuni Duàfa


1. QS. AL- FURQAN 25: 67

Ayat ini menuntut  kita untuk berlaku bijak dalam membelanjakan harta, tidak boleh terlalu royal yang menyebabkan sifat hedonis dan tidak terlalu pelit yang juga memberikan kesan egois. Tetapi secara artian ayat ini mengajarkan kesederhanaan dan keseimbangan dalam memahami dan mengamalkan tuntunan agama. Beberapa ulama tafsir menambahkan bahwa yang di maksud israf di dalam berinfaq adalah membelanjakan harta untuk melakukan kemaksiatan dan hal- hal yang tidak ada manfaatnya sedangkan maksud kikir dalam berinfaq adalah tidak mengeluarkan hartanya untuk menyantuni para du’afa’ dan orang- orang yang membutuhkan uluran tangan, baik yang bersifat wajib maupun tathawwu’.


2. QS. AL- ISRA’ [17]: 26-27 

Syekh mutawalli sya’rawi menyebutkan dua terminology haqq yang di gunakandalam al-qur’an:

a. Haqqun ma’lum adalah zakat yang bersifat wajib dengan syari’at dan ketentuan tertentu.

b. Haqqun goiruma’lum adalah selain zakat wajib, di dalam harta kita ada kewajiban lain yang bersifat tathawwu’ dan sukarela. 

Ayat ini mengandung perintah dan larangan. Perintahnya adalah mengeluarkan Sebagian harta kita untuk orang-orang yang berhak menerimanya, larangannya adalah perilaku tabdzir atau tindakan yang menggunakan atau membelanjakan harta untuk barang yang tidak dibutuhkan.


3. QS. AL- ISRA’ [17] :29-30 

Ayat ini menjelaskan tentang ke wajaran dalam membelanjakan harta sebagai upaya menjaga keharmonisan kehidupan manusia. Allah melarang kita membelanjakan harta secara berlebihan dan diluar batas kewajaran termasuk dalam bersedekah. bersedekah dan berinfaq sangat dianjurkan tetapi yang paling baik adalah sesuai dengan ketentuan yang di tetapkan oleh syari’atislam. 


4. QS. AL- QASHASH [28]: 79- 82

Ayat ini menjelaskan bahwa qorun ditakdirkan memiliki segalanya kekayaan yang melimpah, suara yang merdu dan wajah yang tampan. Karena kesombongannya qorun senang sekali memamerkan harta kekayaannya.

Mensikapi kekayaan yang di miliki qorun, manusia pada umumnya terbagi menjadi dua golongan:

a. Golongan manusia yang yang berangan- angan mendapatkan kekayaan dunia.

b. Golongan manusia yang mensyukuri apapun yang telah diberikan Allah kepadanya, dan tidak berangan-angan memiliki kelebihan yang diberikan kepada orang lain. 


5. QS. AL- BAQARAH [2]: 177 

Imam al-razi mengatakan bahwa ayat ini merupakan salah satu ayat yang sangat penting, karena berbicara tentang standar kebijakan universal. Mengatur hubungan manusia dengan Allah, baik berkaitan dengan akidah maupun ibadah, di samping itu juga mengatur kehidupan social manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. 

Dalam ayat ini dimensi iman berarti orang yang bijak dan bajik adalah orang yang memiliki kualitas keimanan yang baik dan lurus, dan keyakinan yang benar kepada rukun iman memberi dampak positif bagi dirinya untuk selalu berbuat baik.

Dimensi islam adalah mengamalkan rukun islam dengan baik merupakan pengeja wentahan dari keimanan yang benar kepada Allah. 

Dimensi ihsan, dimensi ihsan memiliki beberapa bentuk:

a. Mempunyai kepedulian yang tinggi

b. Mempunyai komitmen dan konsistensi

c. Mempunyai kepribadian yang kuat


6. QS. AL- MA’UN [107]: 1-7

Secara mendasar surat al- ma’un ini menganjurkan umat islam untuk menumbuh kembangkan kebiasaan gemar memberi santunan dan bantuan kepada yang membutuhkan dari kalangan du’af aatau mustadl’afin, bahkan ibadah social ini dikategorikan sebagai indicator penting bagi keimanan seseorang. Dan di dalam surat ini keyakinan yang benar terhadap hari pembalasan merupakan manifestasi dan kesempurnaan keimanan seseorang dan diharapkan mampu mempengaruhi semua kepribadian dan tindakannya. 

Surat al ma’un juga menyebutkan 2 kriteria bagi orang yang mendustakan agama yaitu lalai dalam mengerjakan shalat, dan orang yang sering berperilakuriya’.


B. Menghadapi Cobaan dengan Senyuman 

A. Ayat Mengenai Ujian dan Cobaan

1. QS. AL- BAQARAH AYAT 155

Ayat ini menjelaskan bahwa ujian dan cobaan yang di berikan kepada manusia itu pada hakikatnya sedikit, sehingga betapa besarnya ujian atau cobaan, itu sebenarnya sedikit jika di bandingkan dengan imbalan dan balasan yang akan diterima. Ukurannya sedikit bila di bandingkan dengan imbalan atau potensi rahmat yang telah di anugerahkan Allah kepada manusia. Ia dikatakan hanya sedikit, dan setiap manusia yang di uji mestinya harus mampu memikul nya sebab antara ujian dan cobaan dengan potensi kemampuan yang di berikan kepada manusia adalah lebih besar potensi yang ada.

2. QS. ALI IMRON AYAT 186

Setelah terjadinya perang uhud, Allah ingin membangun kembali karakter para sahabat yang sedikit banyak terpengaruh dengan apa yang mereka alami di perang uhud. Maka di ayat ini Allah memberitahukan bahwa dunia memang tempat ujian dan cobaan yang akan menimpa diri kita sendiri dan menimpa harta kekayaan yang kita miliki. Ujian yang akan menimpa diri bias dating dalam bentuk perang, pembunuhan, penyakit dan lain sebagainya. Dan ujian yang akan menimpa harta kita bisa dalam bentuk kejahatan yang kita harapkan seperti pencurian dan perampokan.

Selain itu Allah akan menguji keimanan umat Islam dengan perantaraan orang lain dari golongan Yahudi , Nasrani dan orang orang Musyrik yang melakukan pelecehan dan penghinaan terhadap Al-Qur’an. Meskipun demikian Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hambanya.


C. Menjaga Kelestarian Alam / Lingkungan Hidup


1. QS. AL- RUM : 41-42

Ayat ini menjelaskan bahwa di dunia ini telah nyata terjadi berbagai kerusakan atau bencana, baik di darat maupun di laut. Kerusakan dan bencana itu adalah akibat dari perbuatan manusia sendiri. Penyebabnya ada beberapa kemungkinan seperti karna kemusyrikan, keingkaran, kemunafikan, dan kesesatan fikiran manusia. Mereka tidak mentaati perintah dan larangan allah yang di sampaikan oleh para rosulnya. Allah memerintahkan kepada manusia agar mengadakan perjalanan di muka bumi untuk memperhatikan dan mengambil pelajaran dari tingkahlaku dan perbuatan orang-orang terdahulu.


2. QS. AL-A’ROF:56-58

Dalam ayat ini allah melarang membuat pengrusakan di bumi. Pengrusakan alam adalah satu bentuk perbuatan yang melampaui batas. Jagat raya telah diciptakan Allah swt. Dalam keadaan yang harmonis, serasi, seimbang dan memenuhi kebutuhan mahluk. Allah telah menjadikannya baik dan menggunakan dan menjaganya bahkan memerintahkan hamba-hambanya untuk memperbaikinya.


3. QS. SHAD : 27

Dalam ayat ini allah menerangkan, dan kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya seperti udara, dan tentu tidak juga kami menciptakan semua dengan batil artinya tidak diciptakan dengan sia-sia tanpa hikmah dan tujuan. Hanya anggapan orang-orang kafir, yang berkata bahwa hidup berakhir di dunia ini tidak akan ada perhitungan, juga tidak ada surga dan neraka. Maka kecelakaan yang amat besar menimpa orang-orang kafir akibat dugaan itu karena mereka akan masuk neraka.


4. QS. AL-FURQAN AYAT 45-50

Dalamayat ini di tegaskan tentang kekuasaan allah dan Sebagian penciptaanya yang merupakan sumber daya alam yang harus dipelihara dan dilestarikan, pendaya gunaannya seoptimal mungkin. akan tetapi, kebanyakan manusia itu tidak melaksanakannya bahkan mengingkari nikmat dan rizki allah tersebut.


5. QS. AL-BAQARAH: 204-206

Ayat ini di turunkan berkaitan dengan perbuatan yang dilakukan oleh seorang munafiq yang bernama al-akhmas bin syariq as-tsaqifi. Kalua bertemu dengan rosulullah ia selalu memuji dan menyanjung beliau. Dalam ayat 205 disebutkan dengan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak itu diciptakan oleh allah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Mereka itu seharusnya bersyukur di karunia nikmat dan rizki allah, dan tidak sombong lalu berbuat kerusakan dan dosa. Sifat-sifat orang munafiq lainnya yaitu bahwa apabila mereka di katakan: “bertaqwalah kepada allah”, maka segera bangkit lah kesombongan mereka tidak segan-segan berbuat dosa dan balasan amal perbuatan mereka berupa neraka Jahannam, tempat tinggal yang paling buruk.


6. Memahami Hadits tentang Lingkungan Hidup 

a. Terjemah

Artinya : Dari anas ra berkata : Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang muslim yang menanam tanaman atau menanam tumbuhan , kemudian memakan darinya burung atau manusia atau binatang, maka baginya pahala shodaqah dari apa yang telah dimakan” (HR. Bukhari dan Muslim)

b. Penjelasan

Imam Muslim menulis hadits ini di dalam bab keutamaan Pohon dan Tanaman. Sebagian Ulama juga menyatakan bahwa profesi sebagai petani lebih mulia dibandingkan dengan profesi yang lain , karena petani memberi manfaat bagi orang lain dengan menyediakan bahan makanan bagi mereka.

Hadits ini menganjurkan kita untuk gemar menanam pohon dan bercocok tanam , karena dapat memberikan penghidupan bagi makhluk hidup selain manusia. Dalam pengertian yang lebih luas, melestarikan alam merupakan salah satu bentuk ibadah social , yang secara tidak langsung ikut berperan aktif memberikan donasi / shodaqoh untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lain.


D. Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi


1. QS. AL-‘ALAQ [96]: 1-5

Lima ayat tersebut merupakan wahyu pertama yang diturunkan allah kepada rasulullah saw. Ayat ini menunjukkan bahwa islam merupakan agama yang mengembangkan tradisi keilmuwan. Wahyu pertama ini memerintahkan umat islam untuk menjadi orang pintar dan berilmu melalui banyak membaca di samping banyak juga ayat- ayat al-qur’an yang mengajak manusia untuk berpikir bertadabbur alam untuk mengilmui apa-apa yang belum diketahui tentang rahasia semesta, sehingga mampumenyelesaikan problematika yang dihadapi pada masa yang akan datang.


2. QS. YUNUS [10]: 101

Allah SWT menjelaskan bahwa manusia mempunyai dua kecenderungan yang berbeda yang saling bertolak belakang satu sama lainnya. Oleh karena itu, manusia di tuntut untuk menggunakan anugrah akal dan hati sebaik-baiknya untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepadaNya dan meningkatkan kualitas kehidupannya agar mereka selamat. 


3. QS. AL- BAQARAH [2]: 164

Ayat ini merupakan dasar bagi berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi. Namun al qur’an memberi peringatan agar manusia bersifat realistis bahwa program pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus di persiapkan dengan benar. 


4. Hadis abudawud

Banyak pesan dan pelajaran yang bias diambil dari hadis tersebut:

a. Menuntut ilmu hukumnya fardhu ‘ain

b. Menuntut ilmu merupakan ibadah

c. Kedudukan orang-orang yang memiliki ilmu itu lebih tinggi dari orang yang ahli ibadah. 


E. Membangun Budaya Kritis Melalui Dakwah


1. QS. AL- NAHL [16]: 125

Melakukan dakwah merupakan salah satu tugas para nabi dan rosul. Berdakwah itu mulia karena misi dari dakwah adalah menebar kebaikan, mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan, melarang mereka untuk melakukan kemaksiatan dan kerusakan di muka bumi ini. Ayat ini memberikan tiga metode dalam berdakwah:

a. Al- hikmah 

adalah pengetahuan yang mendalam tentang kandungan al-qur’an dan hadist seta dalil-dalil yang kuat, artinya bahwa seorang juru dakwah harus membekali ilmunya dengan ilmu yang berkaitan dengan al qur’an dan hadist sehingga dapat membedakan antara hak dan batil. 

b. Al- mau’idah 

seorang juru dakwah harus mampu menyampaikan nasehat yang berdasarkan alqur’an dan hadis.

c. Al- muj

adalah seorang juru dakwah beradu argumentasi dengan lawan bicarany amasing-masing menyampaikan pandangan hidupnya sesuai dengan dalil yang dimilikinya. 


2. QS. AL- SYU’ARA[26]: 214-216

Ayat ini merupakan perintah sekaligus menjadi petunjuk bagi semua pelaku dakwah untuk memulai dakwah dari dirinya dan orang orang terdekat. Karna perilaku melanggar dan merusak yang berdampak pada perjalanan dakwah, pada umumnya di lakukan oleh orang-orang terdekat,yang berasal dari keluarga dan lingkungan. Perintah dakwah pada ayat ini di ungkapkan dengan istilah wa- andzir yaitu ajakan yang mengandung unsur peringatan dan ancaman akan datangnya adzab allah, tetapi harus tetap di sampaikan dengan cara yang lembut dan mengedepankan kesopanan.


3. QS. AL- HIJR [15]: 94-96

Setelah tiga tahun melakukan dakwah dengan cara halus dan sembunyi-sembunyi (da’wah bi al-sirr) karena selalu diintimidasi oleh orang musrik, maka setelah turunnya ayat ini babak baru dakwah islam dimekkah dimulai, yaitu da’wah bi al jahrya itu dakwah yang dilakukan secara terang-terangan atau terbuka. Karena allah swt menjaga keselamatan beliau dari tipu daya mereka. Jaminan keselamatan ini tidak hanya diberikan kepada nabi saja, tetapi semua pelaku dakwah islam.


4. Hadist abu dawud, ahmad nasa’I, turmudzi dan ibnu majjah

Siapa yang menunjukkan seorang melakukan kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala yang di terima oleh orang yang melakukannya tanpa berkurang sedikitpun pahalanya. 


F. Menggembirakan Gerakan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar


1. QS. ALI IMRAN [3]: 104

Hakikat dakwah sebenarnya adalah menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Menurut para ulama hokum berdakwah yaitu fardukifayah. Al- khair adalah kebaikan yang dilakukan untuk mendapat ridha allah dan menjauhkandarimurkanya. Sedangkanal- munkar adalah semua bentuk perbuatan maksiat yang pengaruh negatifnya berimbas kepada orang lain. 


2. Hadist riwayat muslim

Dari hadis ini ada 3 cara yang di tempuh dalam rangka merubah kemungkaran:

a. Merubah kemungkaran dengan tangan artinya apabila terjadi kemungkaran harus berkoordinasi dengan pemerintah sehingga dapat meminimalisir kemungkaran tersebut.

b. Merubah kemungkaran dengan lisan bias dengan cara al-hikmah, mauidzahhasanah ,wejangan , nasehatdll.

c. Merubah kemungkaran dengan hati artinya menjaga diri jangan sampai terhanyut dalam kemungkaran yang merekalakukan.


G. Semua Bisa Diselesaikan dengan Musyawarah


1. QS. AL- IMRAN[3]: 159

Supaya musyawarah berjalan dengan lancer dan tertib, ada beberapa sikap yang harus di lakukan sesuai dengan apa yang terdapat pada ayat ini adalah:

a. Musyawarah harus di laksanakan dengan sikap lemah lembut.

b. Terbuka dan pemaaf 

c. Beristigfar


2. QS. AL- SYURA [42]: 38

Ayat ini menyebutkan beberapa karakter manusia yang di janjikan allah imbalan pahala yang kekal di sisi Nya. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa salah satu karakter orang yang beriman yang bertawakal kepada allah swt adalah mereka yang mengembangkan tradisi musyawarah di urusan mereka. maka imam hasan bashri mengatakan” Tidak ada suatu kaum yang melakukan musyawarah kecuali mereka yang mendapatkan jalan keluar”.


3. Hadis TentangKepemimpinan dan Musyawarah

Hadis ini mengajak kita untuk memilih pemimpin yang baik dan hadis ini juga berbicara tentang kriteria-kriteria pemimpin yang baik dan pemimpin yang tidak baik. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mencintai rakyatnya dan rakyatnya juga mencintai pemimpinnya. Sementara pemimpin yang tidak baik adalah pemimpin yang sangat di benci oleh rakyatnya,dan juga membenci rakyatnya, dan saling mendoakan celaka. 


4. Hadits tentang kepemimpinan dan Amanah

Pesan yang terdapat pada hadis ini adalah kewajiban menjaga amanah. Amanah adalah semua kewajiban yang harus kamu tunaikan kepada yang lain karena menjadihaknya yang harus diterima. Amanah terberat adalah menjadi pemimpin ,karena di pundaknya di bebankan tanggung jawab memenuhi hak allah, hak manusia, hak mahluk lain dan alam sekitar. 


H. Hidup Tentram Karena Jujur dan Adil


1. QS. AL-MAIDAH [5]: 8-10

Ayat ini menegaskan tentang kewajiban menegakkan keadilan. Islam memerintahkan umat manusia, terutama umat muslim khususnya untuk bersikap adil. Berlaku adil tidak sebatas hubungan manusia dengan allah swt, tetapi juga hubungan dengan diri dan sesame manusia .

2. QS. AN-NAHL (16): 90-92

Ayat ini menerangkan bahwa ada tiga macam kebajikan yang harusva itjalankan, dan tiga macam kejelekan yang harus kita tinggalkan, allah swt memerintahkan kita untuk berperilaku adil, ihsan, dan membantu kerabat. Sebaliknya allah melarang kita untuk melakukan fahisyah, munkar, dan melampaui batas. 

3. QS. AN – NISA’ (4): 105

Ayat ini menegaskan bahwa al-quran adalah sumber keadilan dan mengarahkan manusia untuk berbuat adil di dalam bertindak dan menghukumi suatu perkara, karena salah satu fungsi dari al- qur’an adalah menegakkan keadilan. 


4. QS. AT-TAUBAH (9): 119

Di dalamayatini, allah swt memerintahkan orang-orang yang beriman untuk melakukan dua hal yaitu betaqwa kepada allah dan menjadi orang-orang yang jujur. 

I. Analisis

Setelah kami menelaah Materi alqur'an hadist kelas XI Madrasah Aliyah Kurikulum 2013 ternyata sudah sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar Kementrian Menteri Agama (KMA).

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Agama islam melarang umat untuk berlebih-lebihan dan melampaui batas dalam segala hal, termasuk di dalam hal ibadah.  Ujian dan cobaan, Setiap manusia pasti akan mendapatkan ujian dan cobaan di dalam hidupnya.menjaga kelestarian alam, allah swt melarang kita untuk melakukan kerusakan di mukabumi. Islam mendorong perkembangan IPTEK, islam merupakan agama yang menghargai ilmu, oleh karena itu orang yang berilmu memiliki kedudukan yang mulia di sisiallah. Dakwah, dakwah merupakan tugas yang mulia karena tugas utama para nabi dan rosul adalah melakukan dakwah. Musyawarah, musyawarah dilaksanakan bukan untuk saling menyalahkan dan mengalahkan tapi untuk mencari solusi yang tepat. Jujur dan adil, kejujuran adalah karak terutama orang islam. Maka kita harus senantiasa jujur dan berperilaku adil karena jujur dan adilmerupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesempurnaan keimanan dan keislaman seseorang.


B. Saran

Kami menyadari bahwa makalah yang kami susun diatas jauh dari kata sempurna, perlu diperbaiki. Oleh karena itu, kami meminta maaf apa bila terdapat kesalahan. Semoga yang kami sampaikan dapat bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA


Rusyidimuh. Rifqi, Bukusiswa: Al-Qur’an Hadistkelas XII. 2016. Jakarta: Kementerian Agama.

Modul al-qur’anhadistkelas xii semester gasal

Modul al-qur’anhadistkelas xii semester genap


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH PEMUDA DAN SOSIALISASI