CONTOH MAKALAH INOVASI PENDIDIKAN
MAKALAH
Inovasi Pendidikan
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Pendidikan
Dosen Pengampu Darnoto, M.Pd.I
Disusun Oleh
No. Nama NIM
1. Muhammad Yusril 201310004426
2. Maulida Wardani 201310004392
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA’
TAHUN 2020/2021
KATA PENGATAR
Assalamu'alaikum wr wb
Puji syukur kita panjatkan
kepada allah swt. Tuhan semesta alam, rahmat dan keselamatan semoga senantiasa
dilimpahkan allah kepada nabi muhammad saw.Tujuan kami menyusun makalah ini
adalah tiada lain untuk memperkaya ilmu pengetahuan kita semua, dan untuk
memenuhi tugas PAI Qur’an Hadist.
Akhir
kata kami mengharapkan adanya kritik dan saran atas kekurangan kami dalam
menyusun makalah ini, dan semoga makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi
kita semua.
Wassalamualaikumwrwb..
Jepara, 9 Januari 2021
Pemakalah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Inovasi Pendidikan
2.2 Faktor Inovasi Pendidikan
2.3 Ciri-Ciri Inovasi Pendidikan
2.4 Pengertian Urgensi Pendidikan
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi semua orang. Pada hakikatnya setiap orang menempuh Pendidikan agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari pada kehidupan yang sebelumnya. Melalui pendidikan, manusia dapat mengetahui nilai kebenaran, menentukan cara berpikir, menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan pada sebuah kesatuan sosial, dan sekaligus mengembangkan fitrahnya; baik fitrah fisik maupun psikis secara optimal. Ia juga dapat mempertajam fitrah akal dan mengontrol nafsunya.
Tidak dapat diragukan lagi bahwasanya manusia tidak lepas dengan segala kemampuan atau sumber daya yang dimilikinya. Dengan cara mencurahkan segala daya dan kemampuanya untuk selalu berinovasi menemukan sesuatu yang baru yang dapat membantu hidupnya menjadi lebih baik. Jika manusia tidak menggali segala kemampuanya maka ia akan tertinggal bahkan tergerus oleh zaman yang selalu berkembang. Dalam dunia pendidikan, inovasi adalah hal yang mutlak dilakukan karena akan terjadi ketidak perkembangan pada pendidikan yang kemudian berimbas pada elemen-elemen kehidupan yang lain,seperti politik, ekonomi, sosial dan lain-lain.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu Inovasi Pendidikan ?
2. Apa Faktor utama dari adanya Inovasi Pendidikan
3. Apa Ciri Inovasi Pendidikan ?
4. Apa yang dimaksud Urgensi Pendidikan ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk Mengetahui apa itu Inovasi Pendidikan
2. Untuk Mengetahui Fktor Apa saja yang ada dalam Inovasi Pendidikan
3. Untuk Mengetahui Apa Ciri dari Inovasi Pendidikan
4. Untuk Mengetahui Apa itu Urgensi Pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Inovasi Pendidikan/
Inovasi dimaknai sebagai suatu ide, gagasan, praktik atau obyek/benda yang disadari dan diterima sebagai hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Inovasi pada hakikatnya merupakan hasil sebuah pemikiran cemerlang yang bercirikan pada hal yang baru, dapat berupa praktik-praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu. Hal tersebut dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu keadaan tertentu ataupun proses tertentu yang terjadi di masyarakat.
inovasi adalah memperkenalkan ide baru , pelayanan baru dan cara-cara baru yang lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dalam konteks ini tentu saja inovasi biasanya berhubungan dengan kreativitas manusia. Bahkan hakikat inovasi atau innovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti yaitu membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru.
Inovasi Pendidikan adalah suatu gagasan / Ide dalam pendidikan atau sebuah pemikiran untuk memecahkan suatu masalah di dalam ranah Pendidikan. Jadi dengan adanya Inovasi pendidikan maka akan lebih mudah untuk menyelesaikan masalah yang ada agar dapat terwujudnya tujuan dari pendidikan . Dengan demikian inovasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan . ini berarti bahwa inovasi apapun yang tidak dapat meningkatkan kualitas pendidikan atau pembelajaran tidak patut untuk diadopsi, dan dalam konteks ini peran guru akan sangat menentukan dalam adopsi inovasi pada proses pendidikan atau pembelajaran, oleh karena itu dalam menyikapi suatu inovasi, diperlukan suatu pemahaman yang baik, hal ini dimaksudkan agar inovasi dapat memberi nilai tambah bagi dunia pendidikan.
1.2 Faktor Inovasi Pendidikan
Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan dalam inovasi pendidikan adalah guru, siswa, kurikulum, fasilitas, dan program/tujuan.
1. Guru
Agar kegiatan proses belajar mengajar berjalan dengan baik, maka harus ada seorang pemimpin yang dapat mengatur dan mengelola kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Seorang pemimpin dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai “guru”. Secara sederhana, Wahjosumidjo mendefinisikan guru sebagai pemimpin (manager) adalah: “seorang tenaga fungsional yang diberi tugas untuk memimpin proses pembelajaran bagi peserta didik yang diselenggarakannya, atau tempat terjadinya interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran”.
Dalam lembaga pendidikan guru sebagai pemimpin (manager) yang memberikan materi pelajaran dan sekaligus sebagai pendidik agar anak pintar dan juga berakhlak mulia (terpuji).
Dengan demikian, maka dalam pembaharuan pendidikan, keterlibatan guru mulai dari perencanaan inovasi pendidikan sampai dengan pelaksanaan dan evaluasinya memainkan peran yang sangat besar bagi keberhasilan suatu inovasi pendidikan. Tanpa melibatkan mereka, maka sangat mungkin mereka akan menolak inovasi yang diperkenalkan kepada mereka. Hal ini seperti diuraikan sebelumnya, karena mereka menganggap inovasi yang tidak melibatkan mereka adalah bukan miliknya yang harus dilaksanakan, tetapi sebaliknya mereka menganggap akan mengganggu ketenangan dan kelancaran tugas mereka. Oleh karena itu, dalam suatu inovasi pendidikan, gurulah yang utama dan pertama terlibat karena guru mempunyai peran yang luas sebagai pendidik, sebagai orang tua, sebagai teman, sebagai dokter, sebagi motivator dan lain sebagainya.
2. Siswa
Siswa adalah subjek yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Di sekolah tersebut siswa mengalami proses belajar, setelah mengalami proses belajar tersebut diharapkan siswa berubah sesuai dengan apa yang dipelajari dari proses belajar tersebut. Hal ini sesuai dengan menurut para ahli psikologi yang menyatakan bahwa belajar adalah adanya perubahan kematangan dari anak didik sebagai akibat dari belajar. Belajar adalah sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah prilakunya akibat dari penglaman.
Hal ini bisa terjadi apabila siswa juga dilibatkan dalam proses inovasi pendidikan, walaupun hanya dengan mengenalkan kepada mereka tujuan dari pada perubahan itu mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan, sehingga apa yang mereka lakukan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan dengan konsekuen.
3. Kurikulum
Dalam dunia Pendidikan, istilah kurikulum ditafsirkan dalam pengertian yang berbeda beda oleh para ahli. Kurikulum menurut Ronald C. Doll yaitu “ Kurikulum sekolah adalah muatan proses, baik formal maupun informal yang diperuntukkan bagi pelajar untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman, mengembangkan keahlian dan mengubah apresiasi sikap dan nilai dengan bantuan sekolah” sedangkan menurut Murcie Dalton “Kurikulum dipahami sebagai pengalaman-pengalaman yang didapatkan oleh pembelajar dibawah naungan sekolah.
Kurikulum pendidikan, lebih sempit lagi kurikulum sekolah meliputi program pengajaran dan perangkatnya merupakan pedoman dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Oleh karena itu kurikulum sekolah dianggap sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses belajar mengajar di sekolah, sehingga dalam pelaksanaan inovasi pendidikan, kurikulum memegang peranan yang sama dengan unsur-unsur lain dalam pendidikan. Tanpa adanya kurikulum dan tanpa mengikuti program-program yang ada di dalamya, maka inovasi pendidikan tidak akan berjalan sesuai dengan tujuan inovasi itu sendiri. Oleh karena itu, dalam pembaharuan pendidikan, perubahan itu hendaknya sesuai dengan perubahan kurikulum atau perubahan kurikulum diikuti dengan pembaharuan pendidikan dan tidak mustahil perubahan dari kedua-duanya akan berjalan searah.
4. Fasilitas
Fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan suatu usaha dan merupakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam melakukan atau memperlancar suatu kegiatan. tidak bisa diabaikan dalam proses pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar. Dalam pembahruan pendidikan, tentu saja fasilitas merupakan hal yang ikut mempengaruhi kelangsungan inovasi yang akan diterapkan. Tanpa adanya fasilitas, maka pelaksanaan inovasi pendidikan akan bisa dipastikan tidak akan berjalan dengan baik. Fasilitas, terutama fasilitas belajar mengajar merupakan hal yang esensial dalam mengadakan perubahan dan pembahruan pendidikan. Oleh karena itu, jika dalam menerapkan suatu inovasi pendidikan, fasilitas perlu diperhatikan. Misalnya ketersediaan gedung sekolah, bangku, meja dan sebagainya.
5. Program
Program merupakan pernyataan yang berisi kesimpulan dari beberapa harapan atau tujuan yang saling bergantung dan saling terkait, untuk mencapai suatu sasaran yang sama. Biasanya suatu program mencakup seluruh kegiatan yang berada dibawah unit administrasi yang sama atau, sasaran-sasaran yang saling bergantung dan saling melengkapi, yang semuanya harus dilaksanakan secara bersamaan atau berurutan. Jika tidak adanya program maka inovasi Pendidikan tidak dapat berjalan dengan baik , karena dengan adanya program semuanya sudah dipersiapkan dan direncanakan. Dengan adanya perencanaan yang matang maka suatu pekerjaan tidak akan berantakan dan lebih terarah.
2.3 Ciri Inovasi Pendidikan
Adapun ciri-ciri suatu inovasi yang dikemukakan adalah sebagai berikut:
1. pertama, Adanya keuntungan relatif, yaitu sejauh mana satu inovasi dianggap menguntungkan bagi penerimanya. Bermanfaat atau tidaknya suatu inovasi, dapat diukur berdasarkan nilai kemanfaatannya, baik dalam aspek ekonomi, sosial, kesenangan, kepuasan, atau karena mempunyai komponen yang sangat penting. Dengan semakin menguntungkan bagi penerima makin cepat tersebarnya inovasi.
2. Kedua, bersifat “kompatibel”, yaitu tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai, pengalaman lalu dan kebutuhan dari penerima. Inovasi yang tidak sesuai dengan nilai atau norma yang diyakini oleh penerima tidak akan diterima secepat inovasi yang sesuai dengan norma yan ada di masyarakat. Seperti halnya penyebarluasan alat kontrasepsi di masyarakat, yang mana menurut kepercayaan dan dogma agama mereka dianggap sebagai sesuatu yang kontroversial, sehingga penyebaran inovasi menjadi lambat, bahkan terhambat.
3. Ketiga, bersifat “kompleksitas”, yaitu suatu inovasi memiliki tingkat kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerimanya. Misalnya, penyuluh kesehatan memberitahu masyarakat pedesaan untuk membiasakan memasak air yang akan diminum. Sedangkan masyarakat tidak mengetahui tentang teori penyebaran penyakit melalui kuman yang terdapat pada air minum, tentu saja penyuluhan, ajakan atau imbauan tersebut sukar untuk diterima, sebelum penyuluh kesehatan.memberikan pengarahan tentang penyebaran berbagai penyakit yang berasal dari air minum dan sanitasi yang tidak sehat.
4. Keempat, bersifat “triabilitas”, yaitu suatu inovasi yang ada apakah dapat dicoba atau tidak dalam kehidupan penerima. Suatu inovasi harus benar-benar dapat dicobakan oleh penerima. Misalnya, penyebaran secara luas penggunaan bibit unggul padi “gogo” akan cepat diterima oleh masyarakat jika masyarakat dapat mencoba dulu untuk menanam dan dapat melihat hasilnya
5. Kelima, bersifat “observabilitas”, yaitu suatu inovasi benar-benar dapat diamati hasilnya atau keuntungannya. Karena itu inovasi harus mudah diamati hasil yang ditimbulkannya. Misalnya, untuk mengajak para petani yang tidak dapat membaca dan menulis dalam belajar membaca dan menulis. Namun tindakan tersebut tidak segera diikuti oleh para petani karena mereka tidak cepat melihat hasilnya secara nyata
2.4 Urgensi Pendidikan
Urgensi jika dilihat dari Bahasa latin “urgere” yaitu (kata kerja) yang berarti mendorong. Jika dilihat dari Bahasa Inggris bernama “urgent” yaitu (kata sifat) yang berarti kebutuhan penting dan dalam Bahasa Indonesia “urgensi” (kata benda ) yang berarti suatu hal yang sangat mendesak . Istilah urgensi merujuk pada sesuatu yang mendorong kita, yang memaksa kita untuk diselesaikan. Dengan demikian mengandaikan ada suatu masalah dan harus segera ditindak lanjuti. Dalam pengertian yang lain Urgensi yaitu kata dasar dari “Urgen” mendapat akhiran “I” yang berarti sesuatu yang jadi bagian atau yang memegang pimpinan yang utama atau unsur yang penting.
Sedangkan Pengertian Pendidikan menurut UU No.20/2003 ”Pendidikan adalah Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses Pembelajaran peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, Masyarakat, Bangsa dan Negara.”
Jadi Urgensi Pendidikan atau pentingya Pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah kondisi dimana Pendidikan menjadi sesuatu hal yang sangat pentung untuk dilaksanakan sehingga dapat memaksimalkan semua unsur yang ada dalam Pendidikan untuk mengembangkan potensi diri sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan , pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, Masyarakat, Bangsa dan Negara.”
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Inovasi berasal dari kata latin, innovationyang berarti pembaruan dan perubahan. Jadi inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan.dalam inovasi pendidikan mempuyai tujuan yang jelas. inovasi pendidikan memiliki sifat-sifat, yaitu: Penggantian (substitution), Perubahan (alternation), Penambahan (addition), Penyusunan kembali (restructuring), Penghapusan (elimination), Penguatan (reinforcement). Profesionalisme dan keunggulan guru merupakan kata kunci yang perlu terus diungkapkan dalam upaya membangun sumberdaya manusia yang berkualitas di masa perkembangan iptek. Namun, dalam menerima adanya iptek perlu adanya sikap yang bijaksana.
Inovasi Pendidikan sebagai uasaha perubahan Pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatkan semua unsur yang terkait di dalamnya, seperti innovator, penyelenggara inovasi seperti guru dan siswa . Disamping itu . Keberhasilan inovasi Pendidikan tidak saja ditentukan oleh satu atau dua factor saja , tapi juga oleh masyarakat serta kelengkapan fasilitas inovasi Pendidikan.
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
Titi Kadi,Robiatul awwaliyah,. “Inovasi Pendidikan : Upaya Penyelesaian Problematika Pendidikan di Indonesia” Volume 01 No.02 Juli-Desember 2017.
Heriyansyah , guru adalah Manajer sesungguhnya disekolah , Volume.I, Nomor.1, Januari 2018.
Firmansyah, Dani Pengarus strategi pembelajaran dan minat pembelajaran terhadap hasil belajar matematika, Volume 3 Nomor 1, Maret 2015
Mudhofar, Ali Aplikasi Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dan Bahan Ajar Dalam Pendidikan Agama Islam, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, Jakarta,2012)
Muhaimin, Suti’ah, 2009, Manajemen Pendidikan, Jakarta : Kencana
Abdurrahman, Saleh Psikologi suatu pengantar dalam prespektif Islam, (Jakarta : Kencana 2004)
Komentar
Posting Komentar