Laporan Perjalan Karya Wisata Ke Jogja

 Laporan Perjalan Karya Wisata

Study Tour MA Al-Ma’arif Jepara Kelas XI ke Yogyakarta


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kita panjatkan kehadirat allah SWT yang telah memberikan kita rahmat, Hidayah serta Taufiknya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dan dapat menyelesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. tidak lupa sholwat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Nabi agung Muhammad Saw yang kita nanti nantikan syafaatnya di yaummul Kiyamah kelak semoga kita diakui sebagai umatnya yang taat.

Terima kasih kami ucapkan untuk Guru serta Sftaff karyawan yang mendukung adanya kegiatan study tour ini sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini. Tidak lupa juga terimakasih kepada teman teman yang telah mendukung dalam pembuatan Laporan Karya wisata ke Jogja ini.

Penulis Menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan Laporan Karya Wisata ini , sehingga Kritik dan Saran sangat kita butuhkan untuk Pembuatan Laporan berikutnya. Besar harapan penulis agar Laporan ini dapat bermanfaat bagi para Pembaca 

Apabila ada kesalahan dalam peulisan kata mohon dimaafkan. 

Wasssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jepara , 19 Januari 2021



Penulis,

Maulida Wardani




Daftar Isi


Kata Pengantar …………………………………………………………………………………

Daftar Isi………………………………………………………………………………………..

BAB I ………………………………………………………………………………………….

PENDAHULUAN……………………………………………………………………………….

A. Latar Belakang ………………………………………………………………………

B. Tujuan Kunjungan……………………………………………………………………

C. Waktu dan Tempat……………………………………………………………………

D. Peserta Study Tour…………………………………………………………………….

E. Pembiayaan……………………………………………………………………………

BAB II……………………………………………………………………………………………

LAPORAN KEGIATAN………………………………………………………………………..

A. Laporan Perjalanan……………………………………………………………………

B. Objek Wisata…………………………………………………………………………..

a. Candi Prambanan………………………………………………………………..

b. Tebing Breksi…………………………………………………………………

c. Malioboro…………………………………………………………………….

BAB III …………………………………………………………………………………………

PENUTUP…………………………………………………………………………………………

A. Kesimpulan……………………………………………………………………………

B. Saran ……………………………………………………………………………..….

LAMPIRAN………………………………………………………………………………… 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Yogyakarta atau banyak orang sering menyebutnya dengan kata Jogja adalah salah satu Kota di Indonesia dan termasuk dalam  7 Daerah Istimewa selain Aceh, Berau, Bulongan, Kalimantan Barat, Kutai, dan Surakarta, yang sampai sekarang hanya tersisa 2 kota saja yaitu Yogyakarta dan Aceh.

Dinamakan Daerah Istimewa karena bentuk pemerintahan yang berada di daerah tersebut sedikit berbeda dengan yang ada di pusat. Kita semua telah mengetahui bahwa di Yogyakarta sendiri masih terdapat kerajaan yang sekarang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Tetapi kerajaan tersebut tidak serta merta menjadikan Jogja keluar dari Indonesia, maka karena hal tersebut dijadikanlah Jogja sebagai Daerah Istimewa.

Study tour merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh MA AL- Ma’arif  Jepara, khususnya untuk siswa kelas XI. Kegiatan ini secara khusus dimaksudkan untuk membuka wawasan siswa tentang pengetahuan di luar kelas. Yogyakarta menjadi tujuan karena terdapat berbagai macam tempat yang bisa menambah pengetahuan siswa; baik itu sejarah, budaya, tempat-tempat penting.

Dalam kegiatan tersebut seluruh siswa diwajibkan membuat laporan perjalanan study tour yang menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan sebagai pertanggung jawaban dan sebagai media pembelajaran bagi para siswa peserta study tour.

B. Tujuan

1. Menambah wawasan siswa mengenai seputar Yogyakarta.

2. Sebagai sarana pengenalan siswa dengan budaya lain yang beragam.

3. Rekreasi sebelum diadakan UAS.

4. Memberikan pengalaman kepada siswa peserta study tour.


C. Waktu dan Tempat Kegiatan Study Tour

Kegiatan study tour ini dilaksanakan pada:

Hari, tanggal : Senin, 23 Desember 2019– Rabu, 25 Desember 2019

Lokasi : Yogyakarta

D. Peserta Study Tour

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa MA Al-Ma’arif Jepara kelas XI yang Berjumlah 60 Siswa beserta wali kelasnya.

E. Pembiayaan

Biaya dalam melakukan perjalanan wisata study tour ini sebesar Rp.650.000,- dengan rincian sebagai berikut:

1. Transportasi : Rp.300.000,-

2. Tiket masuk : Rp.150.000,-

3. Konsumsi : Rp. 200.000,-

Sumber dana kegiatan ini sebagian berasal dari iuran para siswa dan dipotong dari tabungan siswa sebanyak 25% dari total pembiayaan yang harus dibayarkan.


BAB II

LAPORAN KEGIATAN

A. Laporan Perjalanan 

Kami, dari MA Al-Ma’arif Jepara mengadakan study tour ke Yogyakarta pada tanggal 23 Desember 2019  selama 3 hari dua malam; berakhir di tanggal 25 Desember 2019.

Dari Jepara ke Yogyakarta kami menggunakan Bus Pariwisata Putra Jaya.  Semua siswa duduk di kursi yang sudah ditentukan sebelumnya , Guru dan Staff duduk didepan . Kami dijadwalkan berangkat tanggal 23 Desember pukul 05.00 WIB . Tetapi sebelum itu siswa peserta sudah terlihat banyak berkumpul dan bergembira .

Bus baru diberangkatkan pukul 06.00 WIB dikarenakan ada kendala masih menunggu teman teman yang belum datang  . Sebelum berangkat menuju ke Jogja kita ke Mantingan untuk berziarah setelah itu kita baru berangkat ke Jogja jam 07.00 kita baru berangkat .  Lama perjalanan yang kami tempuh dari Jepara sampai di candi Prambanan adalah sekitar 6 jam. Jadi kami tiba pukul 13.00 WIB.

Setelah kita sampai di Candi Prambanan kita menuju ke Masjid terlebih dahulu untuk melaksanakan ibadah Sholat dzuhur dan Makan siang . setelah itu kita dipersilahkan untuk berjalan jalan dan mengambil foto disana. 

Di sana kami diwajibkan untuk mewawancarai Turis yang sedang berlibur kesana dan meminta mereka untuk berfoto Bersama dan ketika kita meminta foto kita harus menggunakan Bahasa inggris , kita juga sudah dibagi kelompok dan diberi tugas untuk memnuat video tentang Perjalanan Wisata kita.

Setelah kita dari candi prambanan kita menuju ke tujuan yang berikutnya yaitu tebing breksi pada pukul 03.00. perjalanan ke tebing breksi agak menyeramkan karena jalannya yang curam namun disana sangatlah indah . kita berfoto Bersama disana dan kemudian kita berpencar masing masing ada yang makan , mengambil foto dan ada juga yang hanya diam di bus .kemudian kita menuju ke Malioboro pukul 06.00 WIB.

Sesampainya kita disana kami berjalan-jalan sambil mengedukasi diri sendiri tentang Malioboro, tentang 0 km Jogja. Guru membatasi kegiatan malam itu sampai pukul 21:00 WIB, maka setelah waktu habis kami langsung kembali ke Bus dan Pulang ke Jepara.

B. Objek yang Diamati

Objek-objek yang kami amati selama perjalanan wisata study tour ini beraneka ragam, dan inilah hasil dari analisis kelompok kami.

1. Candi Prambanan 

 

Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus salah satu candi yang terindah di Asia Tenggara. Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan (pertengahan abad ke-9) dari Kerajaan Mataram Kuno.

Namun, oleh sebab yang masih misterius, pusat kerajaan pindah ke Jawa Timur di akhir abad ke-10. Candi yang megah ini pun terbengkalai dan sebagian tertimbun material letusan Gunung Merapi. Perlahan-lahan, wilayah Prambanan menjadi hutan lebat.

Beratus-ratus tahun kemudian barulah reruntuhan candi ini ditemukan kembali. Pada saat itu belum diketahui sejarah candi ini sehingga terciptalah legenda Roro Jonggrang yang diceritakan turun temurun.

Upaya pemugaran candi secara serius dimulai sejak 1930-an dan pemugaran candi utama baru rampung tahun 1953.

2. Tebing Breksi 

 

Tebing Breksi merupakan tempat wisata yang berada di wilayah Kabupaten Sleman. Lokasinya berada di sebelah selatan Candi Prambanan dan berdekatan dengan Candi Ijo serta Kompleks Keraton Boko. Lokasi Wisata Tebing Breksi tepatnya berada di Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Taman wisata Tebing Breksi adalah tempat wisata alam di Jogja. Sesuai dengan namanya, tempat wisata ini merupakan perbukitan batuan breksi. Tebing batuan breksi yang memiliki corak yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sebelum menjadi tempat wisata, lokasi Taman Tebing Breksi sebelumnya adalah tempat penambangan batuan alam. Kegiatan penambangan ini dilakukan oleh masyarakat sekitar. Di sekitar lokasi penambangan terdapat tempat-tempat pemotongan batuan hasil penambangan untuk dijadikan bahan dekorasi bangunan.

Sejak tahun 2014, kegiatan penambangan di tempat ini ditutup oleh pemerintah. Penutupan ini berdasarkan hasil kajian yang menyatakan bahwa batuan yang ada di lokasi penambangan ini merupakan batuan yang berasal dari aktivitas vulkanis Gunung Api Purba Nglanggeran. Kemudian lokasi penambangan ditetapkan sebagai tempat yang dilindungi dan tidak diperkenankan untuk kegiatan penambangan.

Setelah penutupan aktivitas tambang tersebut, masyarakat mendekorasi lokasi bekas pertambangan ini menjadi tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Tepatnya pada bulan Mei 2015, Tebing Breksi ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai tempat wisata baru di Jogja.


3. Malioboro

 

Kata Malioboro juga berasal dari nama seorang kolonial Inggris yang bernama Marlborough yang pernah tinggal disana pada tahun 1811 - 1816 M. Pendirian jalan malioboro bertepatan dengan pendirian Kraton Yogyakarta.

Awalnya Jalan Malioboro ditata sebagai sumbu imaginer antara Pantai Selatan (Pantai Parangkusumo) - Kraton Yogya - Gunung Merapi. Malioboro mulai ramai pada era kolonial 1790 saat pemerintah Belanda membangun benteng Vredeburg pada tahun 1790 di ujung selatan jalan ini.

Selain membangun benteng, Belanda juga membangun Dutch Club tahun 1822, The Dutch Governor’s Residence tahun 1830, Java Bank dan Kantor Pos tak lama setelahnya. Setelah itu Malioboro berkembang kian pesat karena perdaganagan antara orang belanda dengan pedagang Tiong Hoa. Tahun 1887 Jalan Malioboro dibagi menjadi dua dengan didirikannya tempat pemberhentian kereta api yang kini bernama Stasiun Tugu Yogya.

Jalan Malioboro juga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di sisi selatan Jalan Malioboro pernah terjadi pertempuran sengit antara pejuang tanah air melawan pasukan kolonial Belanda yang ingin menduduki Yogya. Pertempuran itu kemudian dikenal dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 yakni keberhasilan pasukan merah putih menduduki Yogya selama enam jam dan membuktikan kepada dunia bahwa angkatan perang Indonesia tetap ada.

Pemerintah setempat kini terus melakukan perbaikan untuk menata Malioboro menjadi kawasan yang nyaman untuk disinggahi. Awal tahun 2016 ini pemerintah telah berhasil mensterilkan parkir kendaraan dari Malioboro dan tengah menata kawasan ini di sisi timur untuk pedestrian. Warung-warung lesehan hingga saat ini masih dipertahankan untuk mempertahankan ciri khas Malioboro.

BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan pengalaman yang telah kami dapatkan dari perjalanan wisata study tour ke Yogyakarta ini, dapat diambil kesimpulan bahwa Indonesia, khususnya Yogyakarta, memiliki tempat bersejarah yang tidak diragukan keindahannya. masih belum pas jika tidak sampai ke jogja melihat sendiri tempat tempat bersejarah disana.

B. Saran

Perjalanan wisata study tour ini sangat bermanfaat untuk siswa, sangat baik apabila terus dilaksanakan dari tahun ke tahun dengan tujuan yang berbeda dan yang kaya akan sejarah dan ilmu pengetahuan agar wawasan siswa meningkat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CONTOH MAKALAH MATERI QUR'AN HADITS KELAS XII

MAKALAH PEMUDA DAN SOSIALISASI